PENDAHULUAN

Latar Belakang
Banyak petani di Indonesia mengembangkan produksi sayuran secara komersial dan efisien untuk memenuhi permintaan pasar yang tidak peduli terhadap musim hujan atau musim kemarau, seperti Saung Mirwan, yang memproduksi hortikultura (tomat, selada, ketimun) tidak saja untuk kebutuhan nasional namun juga beberapa negara di Asia. Rumah tanaman (greenhouse) dapat diklasifikan:
a. Berdasarkan jenis bahan konstruksi, yaitu:
1) Rumah kasa dengan bahan konstruksi logam,
2) Rumah kasa dengan bahan konstruksi non-logam (kayu atau bambu)
b. Berdasarkan ukuran luas bangunan, yaitu:
1) Rumah kasa kecil, apabila uas bangunan kurang dari 60 m²,
2) Rumah kasa sedang, apabila luas bangunan antara 60 m² – 200 m²,
3) Rumah kasa besar, apabila luas bangunan lebih dari 200 m².

Tujuan
1. Melakukan perancangan greenhouse untuk budidaya tanaman tomat dengan kapasitas 100 tanaman
2. Menganalisis dimensi greenhouse yang akan dibangun

DESKRIPSI MASALAH

1. Greenhouse dirancang untuk membudidayakan tanaman tomat dengan kapasitas 1000 tanaman.
2. Tiap biibit tomat yang ditanam di dalam greenhouse tersebut tersedia dalam bentuk polybag yg ukurannya 35 x 40 cm (penampang atasnya).
3. Tinggi maksimum dari tanaman tomat yang akan ditanam mencapai 170 cm.
4. Bibit tomat ditata didalam greenhouse menggunakan jarak tanaman antar bedengan ± 100 cm dan antar tanaman ± 50 cm
5. Tipe atap greenhouse yang digunakan adalah Single-span Standard Peak Greenhouse
6. Bahan konstruksi yang digunakan adalah kayu atau bambu dengan kaca plastik transparan.

DESAIN

selengkapnya dapat diunggah di Capture

Posted in Uncategorized | Leave a comment

cerita inspirasi

Marchawanda Aditya P.
f14100133
laskar 12
cerita inspiratif ini dimulai saat saya duduk dibangku smp.pada saat itu saya salah seorang murid yang tidak teladan bahkan jauh dari teladan,saya tidak suka hampir semua mata pelajaran smp, kecuali agama dan olahraga.setiap hari selalu bermalas-malasan untuk pergi kesekolah,bahkan sering sekali saya iyu sengaja mengulur-ngulur waktu untuk masuk kesekolah biar terlambat,tapi saya tidak pernah mau untuk cabut sekolah.suatu hari saya datang terlambat masuk kelas, kemudian saya dihukum untuk mengerjakan soal matematika yang ada di papan tulis, dengan santainya saya maju dan berkata “saya tiddak bisa bu ngerjain ini soal” maklum bahasanya sedikit tidak bener seingat saya seperti itu,kemudian gurunya itu menyuruh saya untuk keluar dari kelasnya dan disuruh belajar sendiri diperpustakaan.hal ini terjadi tidak hanya dipelajaran matematika saja tetapi hampir semua pelajaran hingga saya naik kelas.

saya bersyukur sekali bisa naik kelas walaupun rapot saya dipunuhi oleh dua warna hitam-merah.saya pun alhamdulillah pada saaat itu berda dikelas yang rata-rata pintar-pintar.terlintas dipikir saya “jika yang lain nilainya semua tinggi apakah saya juga bisa?”,tetapi itu hanya seperti angin malam yang hanya mrelintas.saya pun lama-kelamaan ikut bergaul dengan orang-orang pintar itu,hingga saya duduk dengan murid yang menedapat peringkat kelas.

suatu hari saya dipanggil oleh guru bimbingan konseling dan guru kesiswaan.diruang BK saya diceramahi banyak sekali, tetapi saya hanya jawab “iya bu,tidak, he eh, dll” ya seperti kata orang-orang masuk telinga kiri keluar telinga kanan.ada satu kalimat yang buat saya tersadar guru kesiswaan bekata” kamu ternyata murid yang tidak bersyukur dan tidak memanfaatkan yang ada ,kamu tuh hanya DUDUK DENGAR DAN PULANG, dan kamu tahu orang yang tidak berguna seperti SAYA ADA TAPI TIADA”
itu sangat menyentuh,semenjak itu saya langsung ikut belajar kelompok bersama orang-orang cerdas itu,ternyata orang cerdas itu  hanya modal rajin saya tahu itu seltelah saya amati selama belajar kelompok.akhirnya saya rajin dan pada pengambilan rapot saya mendapat peringkat 7,saya heran begitu juga teman saya yang sebangku itu ternyata dia dibawah saya nilainya,
saya tidak tahu ini cerita inspirasi bukan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment